Logo Rayon PMII Al Biruni FIS UM

AL BIRUNI adalah nama Rayon PMII Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Awal terbentuknya berasal dari pertanggungjawaban (amanat) Rapat Tahuhan Komisariat tahun 2009 yang mewajibkan PMII LIGA mendirikan rayon baru di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK). Akan tetapi syarat untuk mendirikan Rayon harus ada 10 anggota PMII di suatu Fakultas, dan ini permasalahnya karena FIK anggota PMII tidak memenuhi syarat maka gagal mendirikan Rayon baru. 

Pada tahun 2009 lahirlah Fakultas Baru yang bernama Fakultas Ilmu Sosial. Menurut Ketua Komisariat saat itu, yakni Arif Rahman Hudaifi/ Cavalera dan Bidang 1 Wakidi, maka perlu adanya rayon baru di LIGA yakni dari FIS (menurut Pengakuan Cak CAVA) sebagai bentuk pertanggungjawaban atas gagalnya membentuk Rayon FIK.

Proses Sosialisasi pun berjalan. Pro dan Kontra terjadi tidak dapat dihindarkan. Bagi yang Kontra, buat apa membuat Rayon Baru kalau hanya untuk menganti kewajiban/amanat RTK? Bagi yang Pro, dengan terbentuknya Rayon Baru maka sayap PMII akan semakin lebar dalam proses Kaderisasi terutam dd Fakultas Ilmu Sosial. Pada akhirnya semua paham, bahwa ini adalah proses meyakinkan dan mempercayai satu sama lain.

Lukman mengatakan bahwa pada Rapat Tahunan Anggota Rayon (RTAR) Al Maturidi, ia berdebat dengan sahabat Ahmad Fadjar alias Gendon. Perdebatan adalah "maukah kita dijadikan dalam satu rayon dan nama Rayon baru". Lukman yang berasal dari Sejarah (masih Maturidi/Sastra) menginginkan nama rayon Soekarno karena beliau adalah Fouding Father Indonesia dengan jargon JasMerah (jangan sekali-kali meninggalkan sejarah). 

Sedangkan Ahmad Fadjar yang kelak menjadi ketua Rayon Pertama ingin nama rayon Abu Nawas karena beliau seorang Sufi. Setelah berjam-jam berdialektika/berdiskusi tidak menemukan nama yang pas, toh pada saat itu hanya ingin menyatukan Visi dan Misi dalam mendirikan rayon baru. Menurut Lukman, hal itu bagus, karena kita dapat mengetauhi sejauh mana kader PMII mempunyai semangat mendirikan rayon di FIS.

Setelah sosialisasi berjalan maka ada keputusan yang mengejutkan, yaitu warga dilarang memilih di rayon masing-masing yakni warga sejarah di Maturidi (Sastra), HKN di Ghozali (FIP) dan Geografi di Ibnu Sina (MIPA). Pelarangan ini sebenarnya melanggar hak warga untuk memilih karena belum tentu ada Rayon FIS (bahasa lebaynya) masa depan suram. Dengan legowo dari 3 rayon harus melepaskan warga yang berasal dari 3 jurusan ini.

Langkah awal dimulai dengan dibentuknya Panitia RTAR FIS yang diketuai oleh Ahmad Fadjar. Akhirnya disepakati, RTAR akan berlangsung pada tanggal 23 s/d 25 April 2010 di rumah Bapak Shohib di daerah Jln. Soekarno Hatta dekat dengan RRI Kota Malang. 

Hari pertama masih belum banyak yang datang (maklum masih belum ada rasa memiliki). Hal itu membuat Komisariat berfatwa bahwa rapat dapat dilanjutkan jika sudah ada 10 anggota PMII FIS. 

Akhirnya trik jemput menjemput dijalankan oleh panitia dan pengurus komisariat yang bertanggungjawab atas warganya. Pada akhirnya rapat dilanjutkan dengan pemilihan Presidium Sidang dan yang terpilih adalah sahabati Uswatun Hasanah/ Uus ketua Rayon Ghozali 2010-2011, meskipun pemilihan ada intervensi sahabat Anisurahman.

Hari kedua adalah hari yang menentukan, karena pada hari ini ditentukan masa depan/rencana pembentukan Rayon baru. Setelah semua syarat terpenuhi, maka semua anggota menyatakan setuju didirikan Rayon baru. 

Setelah itu penentuan nama Rayon yang mana semua anggota FIS diberi kesempatan untuk mengusulkan nama dengan alasan yang jelas. Lukman mengusulkan Soekarno, Ahmad Fadjar dengan Abu Nawas, Anisurahman dengan Ibnu Taimiyah, dan Imam Syafii dengan Al Biruni. 

Pemaparan dan berbagai alasan pun di jelasakan pajang kali lebar. Akhirnya dengan mayawarah mufakat, tanpa Voting, dipilihlah nama AL Biruni. Nama ini merupakan usulan dari Abah Kamilun imam Masjid Jami’ Kota Malang yang juga IKAPMII UM. 

Alasan ditetapkan Al Biruni, karena beliau merupakan Ulama ahli sejarah India, Negarawan, dan pembuat peta pertama (geografi). Jadi mewakili jurusan yang ada di FIS UM. Yang perlu dicatat adalah kelegowoan para sahabat dalam menentukan sebuah indentitas untuk masa depan.

Hari terakhir adalah pemilihan ketua Rayon Al Biruni dengan ada 3 calon besar, yakni Anis surahman, Imam Syafii, dan Ahmad Fadjar. Pada pemilihan ini terpilihlah Ahmad Fadjar sebagai ketua Rayon pertama Al Biruni. Dengan terpilihnya Ahmad Fadjar, maka era baru dalam mewarnai dinamika pergerakan mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial UM muncul dengan slogan THIS IS BIRUNI.

Saat ini (2021) PMII Al Biruni sudah berusia 11 tahun. ­­Berikut 12 Ketua Rayon secara berturut-turut:

01. Ahmad Fadjar (2010-2011)

02. Iis Uswatun Hasanah (2011-2012)

03. M. Zaky Firdaus (2012-2013)

04. Ahmad Hengky A. I. (2013-2014)

05. M. Ridwan Saidi (2014-2015)

06. Ahmad Sofiudin (2015-2016)

07. Uzlifatul Jannah (2016-2017)

08. Faisal Mustofa (2017-2018)

09. M. Syarifuddin (2018-2019)

10. Abdullah Faqih Romdloni (2019-2020)

11. M. Niamul Hakim (2020-2021)

12. Candra Ulfa Kusuma Dewi (2021-2022)